|
Cicilan Utang Luar Negeri Bengkak |
|
Senin, 23 Pebruari 2009 |
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai cicilan utang luar negeri berdenominasi dolar Amerika Serikat (USD) yang harus disetor pemerintah tahun ini akan membengkak, seiring pelemahan nilai tukar rupiah. Cicilan utang pokok dan bunga pinjaman bisa naik menjadi 100 triliun dolar Amerika dari normalnya 70 triliun dolar Amerika.
"Itu yang mengerikan karena berarti jumlahnya 10% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009," ujar Direktur Eksekutif Indef Ahmad Erani Yustika, Minggu (22/2). Perhitungan peningkatan sekitar USD30 triliun tersebut dari selisih asumsi nilai tukar rupiah dalam APBN 2009, yakni Rp11.000 per dolar amerika dengan realisasi belakangan ini di kisaran Rp12.000 per dolar Amerika. Erani mengatakan, pelemahan rupiah selalu berdampak pada semua hal yang berkaitan dengan perdagangan internasional, khususnya impor karena biaya produksi akan naik. Sementara dari sisi ekspor dampaknya positif. "Harga barang ekspor kita menjadi lebih kompetitif," kata dia. Namun, lanjut Erani, harga-harga murah saat ini menjadi percuma karena permintaan pasar global sedang lesu. Akibatnya, barang-barang ekspor tetap saja tidak terserap maksimal. (sm/oke) |