Advertisement
Advertisement
Advertisement
Dunia Oh Dunia
Guinness World Record memberikan penghargaan bergengsi bagi seekor kuda bernama Jake. Kuda jantan itu dinobatkan sebagai kuda tertinggi di dunia.
Tidak hanya itu, Jake juga dikenal berprilaku gentle. Kuda jenis Belgian yang berusia sembilan tahun ini memiliki tinggi tiga meter.


Kampanye yang dilakukan oleh seorang siswi untuk menentang pendapat seorang ulama Iran, dengan menunjukkan belahan payudara yang dilakukan Senin (26/4) kemarin ternyata benar menimbulkan gempa bumi.


Advertisement
Home arrow Luar Negeri arrow Pelempar Sepatu pada Bush Cari Suaka Politik di Swiss
Pelempar Sepatu pada Bush Cari Suaka Politik di Swiss
Selasa, 20 Januari 2009
Jenewa- Muntazer al-Zaidi, jurnalis Irak yang melemparkan sepatunya pada Presiden USA George W. Bush di Baghdad 14 Desember lalu, saat ini sedang meminta suaka politik di Swiss.

Hal itu dikatakan  pengacaranya  Pogia di Jenewa seperti dikutip koran harian La Tribune de Geneva, Senin (19/1).

" Pada awal bulan keluarganya menghubungi saya melalui ICRC (International Committee of the Red Cross) dan saya akan menulis surat kepada departemen federal (kementerian) urusan luar negeri untuk mendorong Swiss agar memberikannya suaka politik," kata pengacara Mauro Poggia.

"Swiss bisa memberikannya suaka politik tanpa menempatkan posisinya melawan intervensi Amerika di Irak," katanya.

Zaidi (29), seorang jurnalis di televisi Al-Baghdadia, dihadapkan di Pusat Pengadilan Kriminal Irak pada 31 Desember atas tuduhan 'perlawanan terhadap seorang kepala negara selama kunjungan resmi' dan dia terancam hukuman 15 tahun penjara jika terbukti bersalah. Namun pengadilan memutuskan untuk menunda pemeriksaan seraya menunggu pengajuan kenaikan banding.

Meskipun banyak warga Irak mendukung aksinya, namun Zaidi berada "dalam jangkauan para ekstrmis," kata pengacara seraya menambahkan, "Dia tidak bisa lagi bekerja sebagai jurnalis tanpa menderita karena adanya tekanan yang mengerikan... hidupnya bisa menjadi neraka di negaranya."

"Jika menetap di Jenewa, ia bisa bekerja sebagai jurnalis PBB, yang mempunyai kantor pusat wilayah Eropa-nya di sini," jelas Poggia. (sm/mi)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
copyright © sijorimandiri.net 2005 - 2008