|
PESTA demokrasi pemilihan gubernu dan wakil gubernur Provinsi Kepri tinggal menghitung hari. Tiga pasangan cagub/cawagub telah tebar pesona baik melalui iklan, baliho dan orasi kampanye terbuka. Masyarakat pun diminta betul-betul ekstra cermat untuk menentukan pilihan.
Dua pekan jelang hari H pencoblosan, tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sedang sibuk-sibuk nya berkeliling untuk menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat. Tema tentang kesehatan, pendidikan, pemukiman, infrastuktur jalan dan bangunan lainya, menjadi topik paling hangat jadi barang dagangan pada kandidat. Bahkan untuk lebih menyakinkan janji-janji, calon gubernur mendatangkan juru kampanye dari tokoh-tokoh nasional dan menghibur masyarakat dengan artis-artis terkenal. Tujuannya tak lain, 'kecap' yang ditawarkan calon gubernur diminati oleh masyarakat. Sebagai pemilih, masyarakat diminta untuk tidak cepat percaya dengan janji-janji cagub. Ada baiknya dikenali calon terlebih dahulu karena'nasib' masyarakat akan dipertaruhkan untuk lima tahun mendatang. Ada pasangan NKRI (Nyat Kadir-Zulbahri). Nyat Kadir sendiri adalah mantan Walikota Batam dan sangat populer kala itu mengusung dan menjadikan Batam sebagai Bandar Dunia yang Madani. Sedangkan Zulbahri adalah Anggota DPD RI. Kemudian pasangan nomor urut 2 HMS yakni HM Sani, Wakil Gubernur Kepri yang sebelumnya telah menjabat sebagai bupati bersama pasangannya HM Soerya Respationo, Wakil Ketua DPRD Kepri, yang telah populer sebagai bapaknya Wong Cilik. HM Soerya Respationo, sebelumnya juga menjadi Ketua DPRD Kota Batam. Pasangan lainnya adalah Aida Ismeth yang telah dua kali mewakili Provinsi Kepri di DPD RI. Aida Ismeth yang juga pengurus Gerakan Peduli Akhlaq Mulia Kepri, berpasangan dengan Eddy Wijaya, Sekretaris Daerah Propinsi Kepri. Ketiga pasangan kandidat adalah tokoh- tokoh yang sudah tidak asing di mata masyarakat Kepri. Sebelum dipilih, ada baiknya masyarakat mencermati visi dan misi masing-masing calon. Pasangan nomor urut 1 Nyat Kadir dan Zulbahri maju dengan visi dan misi'Terwujudnya Provinsi Kepri sebagai wilayah pembangunan maritim industri, perdagangan dan pariwisata yang berdaya saing internasional. Berlandaskan potensi ekonomi kepulauan, menuju masyaraat Madani yang demokratis, adil dan sejahtera'. Kemudian pasangan nomor urut 2, Muhammad Sani dan Soerya Respationo, visi dan misi mereka adalah Terwujudnya Kepulauan Riau sebagai bunda tanah melayu yang sejahtera dan berakhlak mulia'. Sementara, pasangan nomor urut 3, Aida Ismeth dan Eddy Wijaya visi dan misinya adalah 'terwujudnya masyarakat Kepulauan Riau yang sejahtera, cerdas, berakhlak mulia dan menjunjung tinggi kearifan lokal budaya Melayu untuk mendukung Provinsi Kepri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Visi dan misi ini telah dijabarkan para calon saat kampanye terbuka berlangsung. Pada intinya, ketiga pasangan calon akan memerhatikan masalah kesejahteraan masyarakat, meningkatkan lapangan kerja dengan mendongkrak investasi, memperbaiki infrastruktur di Kepri yang masih banyak ketinggalan dibanding sejumlah daerah lainnya. Selain itu menjaga pemerintahan yang berwibawa, bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Kesejahteraan Masyarakat Saat melakukan kampanye terbuka di Gedung Nasional Tanjung Uban Kabupaten Bintan, pasangan NKRI berjanji akan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Kepri. Dengan konsep kerakyatan, kata Nyat, NKRI akan membawa Kepri lebih maju. "Insya Allah, kalau NKRI menang, kita akan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Kepri," kata Nyat Kadir dalam orasinya. Cawagub Zulbahri juga menegaskan komitmennya siap bersama-sama Nyat Kadir nanti mendorong kesejateraan masyarakat Kepri. Katanya, Kepri punya peluang besar melakukan lompatan untuk maju. Apalagi melihat potensi kekayaan Kepri dan letak strategisnya. "Sekarang ini, Kepri sudah mulai bergerak maju. Namun kalau NKRI menang, maka NKRI akan berjuang dengan sepenuh kemampuan untuk membawa Kepri lebih maju dari sekarang," kata Zulbahri. Janji yang sama juga dilontarkan, cawagub HM Soerya Respationo saat kampanye terbuka di Dabo Singkep. Di hadapan ribuan pendukungnya, Soerya berkeinginan untuk membawa perubahan Provinsi Kepri ke arah yang lebih baik. "Mari kita bersama-sama membangun Kepri dan menjadikan Kepulauan Riau menjadi lebih baik ke depannya di bawah kepemimpinan kami. Insya Allah Kepri dapat lebih maju di masa mendatang," kata Soerya yang berorasi di lapangan Merdeka Dabo Singkep. Tidak mau ketinggalan, pasangan Aida-Eddy Wijaya saat kampanye terbuka di Lapangan Sei Harapan, Sekupang juga menyampaikan janji-janji politik. Aida Ismeth mengatakan, tujuan utama dalam pencalonan dirinya untuk maju menjadi Gubernur Kepri adalah menciptakan masyarakat yang sejahtera, cerdas dan berakhlak mulia. Selain itu, Aida juga memiliki program ke pembangunan Kepri ke depan yakni menjadikan Kepri sebagai pusat investasi demi nasib anak cucuk masyarakat di kemudian hari. "Mari kita satukan tekad bersama untuk membangun Kepri serta menciptakan masyarakat cerdas, sejahtera dan beraklak mulai untuk anak cucu kita di masa yang akan datang," ujar Aida Ismeth. Dalam kesempatan itu, Cawagub Kepri Eddy Wijaya sebagai mantan Sekdaprov mengatakan, selama lima tahun membantu Ismeth Abdullah, maka saat ini dia berjanji akan siap membantu Aida Ismeth untuk bersama-sama membangun kejayaan Kepri di masa akan datang yang lebih baik, sesuai dengan harapan bersama. "Kami tidak mau membuat janji-janji kosong kepada masyarakat. Tapi kami akan membuktikan dengan niat dan tujuan kami dalam mensejahterakan masyarakat. Selama lima tahun saya membantu pak Ismeth Abdullah, maka kali ini saya siap membantu ibu Aida untuk bersama-sama membangun Kepri ke depan untuk menuju masyarakat yang sejahtera, cerdas dan berakhlak mulai," tandas Eddy Wijaya. Kini, tinggal kejelian masyarakat untuk menentukan pilihan yang paling tepat. Jangan memilih kucing dalam karung karena salah memilih, bakal berdampak pada kehidupan masyarakat Kepri lima tahun mendatang. (sm/tim) Tak Sekedar Janji, Rakyat Menanti Bukti Umbar janji ketiga kandidat Cagub dan Cawagub yang akan berkompetisi pada Pemilukada Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 26 Mei mendatang, dinilai terlalu lancang. Pasalnya janji-janji ketiga kandidat asangan Nyat Kadir-Zulbahri, HM Sani-HM Soerya Respationo dan Aida Ismeth-Eddy Wijaya, bisa saja sebagai lip service dalam menggaet simpati massa. Perlu diketahui, masyarakat saat ini sudah memiliki kesadaran politik. Artinya, pandangan cerdas masyarajat akan menilai bagaimana figur tersebut yang memiliki keberpihakan pada rakyat selama ini. "Jadi tidak sekedar janji tapi kerja dan bukti konkrit yang harus direalisasikan kepada rakyat," kata Hazhary, Ketua Gelombang Gerakan Rakyat (G-Ger) Kota Batam. Selama ini rakyat belum merasakan kerja konkrit dari para kandidat, padahal diantara mereka sebagian besar sudah pernah berkuasa. Misalnya, ada wakil ketua DPRD Provinsi Kepri, wakil Gubernur Kepri, anggota DPD RI bahkan ada yang pernah menjabat sebagai Walikota Batam. Secara kekuasaan mereka sudah menempati posisi strategis tapi tidak ada kerja nyata yang bisa direalisasikan terhadap masyarakat. "Sudah menjabat saja tak pernah berbuat apa-apa bagi rakyat, ini malah mau berkuasa lagi. Jadi apa tanggung jawabnya pada masyarakat. Padahal mereka dipilih langsung oleh rakyat," anehnya. Dia menyarankan kepada ketiga kandidat yang sedang berkompetisi, agar bisa membuktikan dan merealisasikan janji-janjinya itu, jika terpilih nanti. Karena setiap konstituen yang memilihnya harus dipertangungjawabkan. "Ini yang harus digaris bawahi oleh para kandidat, jika terpilih nanti segera bekerja untuk rakyat, bukan diam dan terlena dengan janji-janjinya," sarannya. Senada juga dikatakan Kaisar Fahir Nawawi dari Forum Kajian Politik Batam, bukan lagi saatnya para kandidat mengubar janji, karena rakyat saat ini sudah memahami langkah-langkah para kandidat yang hanya berkepentingan mendulang suara. "Rakyat sudah muak dengan janji para kandidat, janji harus dibuktikan dengan kerja nyata. Saatnya berbuat yang terbaik baik rakyat dengan merealisasikan kepentingan rakyat seperti pendidikan, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat," katanya. (sm/ts) Masyarakat Pesimis dengan Janji-janji Banyak masyarakat yang pesimis dengan janji-janji yang menjadi jargon calon gubernur dan calon wakil gubernur. Pasalnya, sulit bagi gubernur terpilih nantinya mampu merealisasikan janjinya itu. "Kita bicara sistem. Bagaimana mau melawan jika nantinya terpilih," ujar aktivis lingkungan Rizaldy Ananda kepada Sijori Mandiri di nagoya, kemarin. Menurut Rizaldy, janji yang diumbar ke masyarakat oleh cagub dan cawagub ini hanya pemanis dan penyedap saja. Dan ada sebahagian dari masyarakat juga mengetahui bahwa janji itu akan menjadi beban bagi calon nantinya ketika terpilih. Berdasarkan sistem yang ada, lanjutnya menjelaskan, gubernur mempunyai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang terbatas dalam penggunaan anggaran yang ada. "Segala sesuatu akan diajukan ke perwakilan rakyat untuk dibahas sebelum direalisasikan. Artinya, berat ketika janji-janji yang dijadikan jargon itu untuk dapat direalisasikan," ujarnya. Dia mengatakan cagub dan cawagub Kepri tak melontarkan janji-janji yang terlalu muluk dan berat untuk direalisasikan. Akan lebih baik, katanya, para calon untuk mengenal situasi dan kondisi yang lebih nyata yang terjadi di kehidupan masyarakat. Untuk diera pejabat gubernur mendatang, katanya, untuk mendistribusikan dana sebanyak 5 persen dari anggaran yang ada untuk dialokasikan guna penanganan lingkungan hidup. Saat ini, tambahnya, penanganan lingkungan ini masih jauh dari kurang. Dia menjelaskan, dengan perubahan wilayah hutan mnejadi industrialisasi ini tentu telah merusak biosistem lingkungan yang ada. Menurutnya, bencana lingkungan yang terjadi tidak terjadi serta merta. Akan tetapi, ini terjadi yang merupakan akumulasi karena tak adanya pengawasan dan penanganan lingkungan yang baik. "itu salah satu contoh. bahkan, minimnya dana pengawasan dan penanganan lingkungan ini yang mennyebabkan nelayan terpuruk secara ekonomi. Jadi yang nyata untuk di Batam dan Kepri umumnya, naikkan anggaran pengawasan dan penanganan lingkungan hidup untuk kedepannya," ujarnya. Hamsin, tokoh masyarakat Nongsa meminta kepada calon terpilih nantinya untuk dapat merealisasikan janji-janjinya. Meskipun tak sepenuhnya, katanya, ada sebahagian yang dijanjikan dapat direalisasikan. "Jangan lupa sama janji kalau sudah terpilih nantinya," katanya. (sm/ed)
Berharap Cagub Terpilih Benahi Birokrasi Forum Lintas Pemuda Anti Korupsi (FLPAK) berharap kepada siapa saja pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri periode 2010-2015 yang terpilih nanti bisa melakukan reformasi birokrasi di pemerintahan. Pasalnya, melalui birokrasi yang bersih dan tidak berbelit dapat meningkatkan citra pemerintahan. Ketua FLPAK, Hubertus LD kepada Sijori Mandiri, Senin (17/5) mengatakan, belum bagusnya layanan di pemerintahan hingga kini masih menjadi pertanyaan bagi masyarakat. Masyarakat atau publik belum banyak yang puas dengan layanan yang diberikan aparat pemerintahan, karena dinilai tidak maksimal dan tidak ada kepastian. Contoh terkecil, untuk mengurus KTP di kecamatan belum ada waktu yang pasti diberikan kepada pemohon, meskipun pengurusannya cuma seminggu. Apalagi, layanan untuk keperluan usaha, hingga kini masih berbelit-belit dan terkadang membuat repot pemohonnya. "Layanan birokrasi ini saja bisa ditingkatkan bagi gubernur terpilih sudah menjadikan negeri ini menuju kemajuan. Berikanlah layanan publik yang pasti, karena kepastian itu bisa menjadikan masyarakat puas terhadap layanan pemerintahan,"ujar Hubertus. Menurutnya, selain gubernur terpilih mampu meningkatkan reformasi birokrasi, diminta pemimpin Kepri lima tahun ke depan itu juga mampu meningkatkan perekonomian secara umum. Alasannya, dengan kemajuan ekonomi berbagai bidang, seperti ekonomi kerakyatan dan ekonomi global kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan. Kemajuan ekonomi erat kaitannya dengan meluasnya lapangan pekerjaan. Sesuai dengan karakteristik Kepri, khususnya Batam yang sebagai kota industri, jasa dan perdagangan. Kepri ini sudah berkembang dan tinggal pemerataan pembanggunan hingga tercipta masyarakat sejahtera. "Tidak bisa pemimpin menciptakan itu, tentunya perlu dipertanyakan kredibilitas ia dalam memimpin Kepri nantinya. Karena kita punya potensi dan sudah memiliki modal untuk lebih berkembang lagi,"ujarnya.(sm/rl) |