|
Aliansi Warga Tempatan Kecewa Atas Sikap Huzrin |
|
Sabtu, 15 Mei 2010 |
TANJUNGPINANG-- Masyarakat tempatan yang menamakan diri sebagai Alian Warga Lingga Peduli Kepri mengaku kecewa atas pernyataan dukungan tokoh sentral pembentukan Provinsi Kepri Huzrin Hood kepada kandidat calon Gubernur Kepri nomor urut 2 Duo HMS.
Mereka mengecam dukungan itu, karena telah menghilangkan marwah anak tempatan dan membuat pendukung Huzrin sendiri tidak lagi simpati atas dirinya. "Bayangkan kita sudah memberi dukungan dan membela mati-matian atas diri Huzrin untuk dapat menciptakan Pilkada Kepri bersih, tetapi dia malah memberikan dukungan kepada salah satu kandidat tanpa ada kompromi sebelumnya. Apalagi calon yang didukung termasuk bermasalah di KPU Kepri terkait surat pernyataan tidak pailit," tegas Ketua Aliansi Idrus Ahmad, seraya mengatakan hari marwah hari ini tidak perlu lagi diperingati karena marwah masyarakat Kepri sudah tidak ada lagi. Dikatakan, sebelumnya Huzrin sendiri sudah menyampaikan kepada pendukungnya akan berjuang sampai darah penghabisan, namun nyatakanya ia berbalik dan mendukung salah satu kandidat yang diduga bermasalah sesuai tuntutan massa yang menamakan diri Komite Rakyat Pemilukada Bersih (KRPB). Idrus, mengaku sikap tersebut sangat ironis dan menunjukan politik tidak sehat. Namun demikian lanjutnya, kejadian dalam Pilkada Gubernur Kepri 2010 dapat menjadi pembelajaran politik berarti bagi masyarakat Kepri kedepan, dan kejadian pada Pilkada Kepri kali ini merupakan pembelajaran termahal. Hal itu dikarenakan pihak yang telah mendapat dukungan penuh dari banyak masyarakat untuk menciptakan pemilukada bersih malah memberikan dukungan kepada salah satu kandidat yang dinilai bermasalah. Untuk itu, Idrus secara pribadi menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat Kepri untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan cermat, pilih calon yang bermarwah dan diyakini mampu memberikan yang terbaik bagi daerah ini kedepan. Dia mengatakan masyarakat Kepri tidak perlu terpengaruh atas dukungan dari siapapun yang mengatas namakan LSM, paguyuban dan lainnya karena hanya kita sendiri yang menentukan orang yang harus dipilih. Menurutnya, tiga kandidat yang bertarung saat ini untuk merebut kursi Kepri satu, memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Oleh karenanya dalam hal ini masyarakat Kepri harus dapat mengambil sikap sesuai hati nurani tidak ada dalam tekanan. Ia menyarankan masyarakat Kepri harus dapat memupuk marwah yang telah menjadi kebanggaan anak daerah terutama masyarakat Melayu Kepri.(sm/mm) |