Advertisement
Advertisement
Advertisement
Dunia Oh Dunia
Guinness World Record memberikan penghargaan bergengsi bagi seekor kuda bernama Jake. Kuda jantan itu dinobatkan sebagai kuda tertinggi di dunia.
Tidak hanya itu, Jake juga dikenal berprilaku gentle. Kuda jenis Belgian yang berusia sembilan tahun ini memiliki tinggi tiga meter.


Kampanye yang dilakukan oleh seorang siswi untuk menentang pendapat seorang ulama Iran, dengan menunjukkan belahan payudara yang dilakukan Senin (26/4) kemarin ternyata benar menimbulkan gempa bumi.


Advertisement
Home arrow Luar Negeri arrow Bangkok Kembali Memanas
Bangkok Kembali Memanas
Sabtu, 15 Mei 2010
BANGKOK - Bentrokan baru kembali di Ibukota Thailand, Bangkok Jumat (14/5). Bentrokan terjadi setelah pemerintah berusaha memblokir pergerakan dari kelompok "Kaus Merah".
Suara tembakan kembali terdengar di lokasi protes, menyebabkan warga sipil yang berada di sekitar lokasi lari menyelamatkan diri. Tampak prajurit Thailand merangsek maju ke sebuah jalan di area tertutup Suam Kum. Lokasi ini berdekatan dengan pusat aksi protes dari "Kaus Merah".

Sementara beberapa anggota "Kaus Merah" terlihat berusaha menyulut api pada kendaraan yang digunakan oleh pihak keamanan Thailand. Beberapa dari mereka menyulut api dari beberapa kendaraan yang berada di sekitar stasiun kereta bawah tanah. Demikian dilansir Associated Press, Jumat (14/5).

Sejak malam hingga pagi hari suara tembakan makin lantang terdengar di Bangkok. Pada siang kemarin, beberapa anggota "Kaus Merah" bahkan berhasil menyita dan kemudian merusak dua truk water canon di jalan Sathorn dan Rama IV, yang terletak di pusat bisnis Bangkok.

Kondisi yang seperti terus memburuk sejak kemarin, sepertinya membuat peluang untuk melakukan rekonsiliasi makin terkikis. Terlebih lagi tewasnya Mayor Jenderal Khattiya Sawasdiphol pada Kamis 13 Mei. Jenderal yang membelot untuk mendukung "Kaus Merah" tersebut, tertembak di kepalanya saat melakukan wawancara dengan beberapa wartawan lokal dan asing.

Hingga saat ini, jenderal bintang dua tersebut masih terus menjalani perawatan di rumah sakit dan masih dinyatakan koma. Pihak rumah sakit sendiri mengatakan otak dari Jenderal Khattiya saat ini makin membengkak dan dokter memperkirakan dirinya tidak dapat diselamatkan.

"Kaus Merah" menuduh pemerintah berada dibalik aksi penembakan ini. Tetapi pihak militer membantah keras jika pihak mereka memerintahkan penembakan terhadap Khattiya.(sm/oke)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
copyright © sijorimandiri.net 2005 - 2008