|
2.000-an Massa Direncanakan Demo |
|
Senin, 10 Mei 2010 |
KRPB Ancam Duduki Kantor DPRD Kepri TANJUNG PINANG - Buntut tidak jelasnya protes Koalisi Rakyat Pilkada Bersih terhadap hasil menetapkan calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kepri oleh KPU Kepri, elemen masyarakat ini mengancam akan menduduki kantor DPRD Kepri, besok (hari ini.Red). KRPB pun memperkirakan ada sekitar 2000-an massa yang tidak puas atas keputusan penetapan calon gubernur itu akan hadir bersama-sama.
Aksi massa KRPB digelar di kantor DPRD Kepri hari ini, karena ketiga Calon Gubernur Kepri akan menyampaikan visi dan misinya di hadapan 45 anggota DPRD Kepri. Adi Juraimi, Sekretaris KRPB mengatakan, aksi besok merupakan akumulasi sikap cuek elemen yang bertanggungjawab atas penetapan calon gubernur. Karena dalam penetapan calon gubernur itu terdapat dua kesalahan fatal yakni, surat keterangan pailit yang tidak dikeluarkan oleh pihak berwenang dan identitas calon gubernur jelas-jelas berbeda antara KPT dan ijazahnya. "Kami melakukan ini karena rasa keadilan sebagai masyarakat terganggu. Kenapa calon yang tidak memenuhi persyaratan administrasi dan jelas-jelas ada perbedaan data pribadi calon dengan persyaratan lainnya dilolos. Ini sungguh mengoyak rasa keadilan," katanya. Dia pun menilai, KPU Kepri sebagai penyelenggara pemilu sudah tidak berjalan di relnya. Sumpah jabatan sebagai anggota KPU agar melaksanakan Pemilu dan Pemilukada bersih, juju, independen dan sesuai dengan aturan main sepertinya diabaikan. "Kami telah menyurati Panwaslu Kepri soal ini," katanya. Dalam seminar Pemilu Kada yang digelar di Pasifik, Ketua Panwas Pilkada Kepri menyatakan sudah membuat laporan ke Bawaslu soal pelanggaran ini. Panwaslu mengakui, kalau terdapat pelanggaran dalam penetapan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kepri terutama soal keterangan pailit dan perbedaan nama antara ijazah dan KTP. Minta Tak Anarkis Menanggapi aksi massa besar-besaran, hari ini (10/5) di Kantor KPUD Kepri, Kapolda Kepri Brigadir Jenderal Pudji Hartanto meminta masa tak melakukan tindakan anarkis. Ia berharap massa bisa menyampaikan aspirasinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Jangan anarkis. Salurkan aspirasinya. Apabila ada beda pendapat esbaiknya menempuh jalur hukum," ujar Pudji. Dalam aksi itu sendiri, katanya, ia meminta kepada masyarakat jangan sampai terprovokasi oleh siapapun. Pasalnya, setiap tindakan yang anarkis nantinya akan mengakibatkan kerugian dari semua pihak. Wakil Ketua I DPRD Kepri Edy Siswoyo juga berharap, aksi nanti bisa berlangsung tertib dan damai. Demo adalah semua masyarakat karena salah satu jalan menyampaikan aspirasi. Tapi saya berharap, tetap dijaga ketertiban, apalagi nanti ada penyampaian visi dan misi dari masing-masing Cagub dan Cawagub Kepri. (sm/rg/ed) |