|
Pembunuh Ibu dan Anak Ditangkap |
|
Jumat, 07 Mei 2010 |
DURI–Kasus pembunuhan ibu dan anak Trisusrina (32) dan Yafiq Wihardi (9) di rukonya 388 FJalan Hangtuah, akhirnya terungkap. Tidak sampai sepekan, pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku pembunuhan sadis itu.
Pelaku Lastono (38) yang berprofesi sebagai tukang servis komputer, ditangkap petugas di Dusun Sukamaju RT 01 RW 04, Desa Pinggir, Rabu (5/5) sekira pukul 22.00 WIB, sewaktu menonton pertunjukkan orgen tunggal acara sunatan. Kapolsek Mandau, AKP Arif Fajar, Sik, Kamis (5/5) menjelaskan tersangka diamankan setelah dilakukan serangkaian penyidikan. Sejumlah barang-barang milik korban yang sempat dibawa diamankan, berikut uang kontan yang diambil dari ruko itu. "Ketika diinterogasi pelaku mengaku telah menghabisi nyawa ibu dan anak itu. Dari tangannya diamankan uang tunai sebanyak Rp10,9 juta berikut satu unit laptop merek HP, handphone Nokia 6600 Slide. Barang-barang tersebut kepunyaan korban yang dicurinya. Sementara itu, sepeda motor Honda Karisma yang kita temukan di daerah pasar kemarin memang dibawa pelaku," ujar Kapolsek. Lastono dijerat dengan pasal berlapis 365 KUHP jo 338 KUHP. Selain yang Rp10,9 juta yang diamankan, petugas juga sedang menelusuri aliran uang yang dikirim Lastono di BRI Kandis. "Pelaku saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Apakah sebelumnya pernah terlibat kasus kejahatan. Nanti kita beritahu lagi. Saat ditangkap tadi malam, dia mencoba melarikan diri. Kita pun berusaha melumpuhkannya dengan susah payah," jelasnya. Menurut sumber yang enggan disebut identitasnya menjelaskan pembantaian ibu dan anak itu berawal dari penolakan Yon Wihardi (suami korban-red) kepada pelaku yang ingin meminjam uang. Beberapa hari sebelum kejadian, pelaku yang sudah mengenal dekat keluarga Win, mencoba meminjam uang sebesar Rp 10 juta, untuk keperluan yang tidak disebutkan. Meskipun Win menolak, istrinya justru dikabarkan mau meminjamkan. Atas dasar sakit hati itulah, Jumat sore, sehari sebelum kejadian pelaku menyelinap masuk ke ruko berlantai III tersebut. Dia bersembunyi di balik tumpukan barang sembako yang tidak ada penerangannya. Lepas tengah malam, pelaku keluar dari persembunyiannya, bermaksud hendak mencuri uang milik korban. Lantaran aksi kepergok, Lastono kalap. Mungkin karena malu ketahuan, dia nekat menghabisi nyawa kedua ibu anak tersebut dengan benda seadanya. Leher kedua korban juga dijerat dengan tali. Untuk mengalihkan perhatian, Lastono menuliskan pesan misterius pada dinding ruko “SATU SAMO YO WIN..”. Sementara itu, istri Sa (38) warga Jalan Cendana, Kelurahan Babussalam mengaku sama sekali tak mengetahui kalau suaminya menjadi otak pelaku pembunuhan itu. "Setahu saya abang hanya punya hutang Rp1 juta sama orang yang namanya Andi. Soal dia mau minjam uang Rp10 juta sama orang lain (korban,red), saya kurang tahu. Dia itu kerjanya sehari-hari memperbaiki komputer di rumah. Sesekali diminta orang datang ke rumahnya menservis komputer," katanya. (sm/rmn) |