|
Kapan Komplek Kami Didata Petugas Sensus? |
|
Rabu, 05 Mei 2010 |
Halo Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, kapan komplek kami didata oleh petugas sensus penduduk, karena sejauh ini belum ada petugas yang datang kerumah. Padahal komplek perumahan di sebelah kami sudah pada di data. Kami kuatir petugas sensus nakal malas mendata hanya meminta data dari RT atau RW saja. Tolong hal ini diperhatikan agar validasi data bisa akurat untuk bahan data bagi penduduk di Batam yang sebenarnya.
Sejauh ini kurang akuarsinya data penduduk di BPS, karena disebabkan petugas pendataan penduduk mencatat data penduduk asal-asalan saja, atau berdasarkan data di Keluarahan atau Kecamatan. Padahal data di kedua instansi tersebut tidak begitu valid masih diragukan. Untuk itu kami minta para petugas sensus ini benar-benar lebih selektif lagi. Sekian dan terima kasih. Yanuar Iskandar Warga Perumahan Bandara Raya Batam Centre Kota Batam Jawab Terima kasih pak Yanuar atas suratnya disampaikan kepada Kami melalui Layanan Umum Sijori Mandiri. Kemungkinan petugas kami yang diturunkan mendata belum masuk ke komplek perumahan di tempat bapak tinggal. Namun demikian petugas kami pasti akan mendata kompleks bapak, karena petugas pendataan ini baru saja Sabtu lalu diturunkan untuk mendata. Untuk pencacahan ini memang cukup rinci. Serta informasi lain untuk keperluan penghitungan berbagai parameter demografis, seperti angka kelahiran, kematian, harapan hidup dan migrasi penduduk. Di samping itu juga untuk menghasilkan statistik dan indikator penyandang cacat (disability), Millenium Development Goals (MDG) di bidang kependudukan, perumahan serta data statistik potensi desa/kelurahan masing-masing daerah. Terkait hasil listing yang telah dilakukan selama sepekan, masih terdapat kendala yang dihadapi petugas sensus. Di antaranya warga yang enggan menerima kedatangan petugas sensus untuk mendata. Sejauh ini masih ada yang susah buka pintu, namun tetap akan kita lakukan pendekatan secara persuasif. Kendala lain adalah membengkaknya jumlah penduduk dalam satu blok sensus. Ini terjadi akibat adanya pertumbuhan dan perubahan baru, seperti perumahan yang baru dibangun dan lainnya. Sebagaimana terjadi di Kecamatan Bengkong, Nongsa, Batam Kota dan Sei Beduk. Namun sesuai hasil pemetaan blok sensus pada bulan Juni 2009 lalu, seharusnya masing-masing tim yang terdiri dari 3 petugas pencacah lapangan (PCL) dan seorang Koordinator Tim (Kortim) mendata sekitar 300 rumah tangga. Akibat adanya perubahan dan perkembangan tersebut, satu tim terpaksa harus mendata hingga 700 rumah tangga, makanya agak sedikit lambat. Akan tetapi untuk mengantisipasi persoalan-persoalan tersebut, BPS telah menyiapkan tim khusus yang akan membantu wilayah blok sensus yang memiliki penambahan muatan yang besar. Tim khusus ini dinamakan Task Force, yang juga akan mendata sensus date. Kendala yang sering ditemukan oleh petugas kami, adalah bukan warganya yang enggan menerima kedatangan petugas sensus, namun warga yang susah ditemui karena jarang di rumah kemungkinan bekerja dana aktifitas lain diluar rumah. Seperti laporan dari salah satu koordinator yang terjadi di perumahan Buana Raya dan Aviari Garden Kelurahan Sungai Langkai. Bahkan ada seorang PCL yang harus bolak-balik hingga 6 kali mendatangi rumah tersebut. Sementara RT ataupun RW tidak memiliki data yang update tentang warganya, begitupun dengan tetangga. Endang Retno, Kepala BPS Kota Batam |