Advertisement
Rabu, 08 September 2010
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Home arrow Indeks Berita arrow Demam Twitter
Demam Twitter
Senin, 26 April 2010
Demam Twitter memang melanda sebagian besar netter atau pengguna internet di dunia dan rata-rata penggunanya adalah anak-anak muda atau remaja. Namun dalam perkembangannya, situs jejaring sosial ini telah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Tidak hanya warga biasa, para politisi dan elit puncak negeri ini juga gandrung pada situs mikro-blogging itu. Demam Twitter kian merajalela. Politisi mulai bermunculan di Twitter atau dalam bahasa Twitter-nya mulai ngetweet. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono memiliki akun Twitter. Memang, keduanya jarang mengupdate status, apalagi membalas tweet.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring bisa dibilang paling aktif meng-update statusnya. Baik mengabarkan kegiatan harian hingga menanggapi isu yang berkembang. Tidak kurang 30-an ribuan follower ada di akun sang menteri. Namun, tak selalu ia sendiri yang mengupdate status.

Anggota dewan tak mau kalah. Misalnya, Panitia Khusus Hak Angket Century. Sebut saja Ganjar Pranowo (Fraksi PDI Perjuangan), Bambang Soesatyo (Fraksi Golkar), Maruarar Sirait (FRaksi PDI Perjuangan), Anas Urbaningrum (Fraksi Demokrat) dan Ruhut Sitompul (Fraksi Demokrat). Para wakil rakyat itu mengaku menjawab sendiri seluruh Twitter yang dialamatkan kepada mereka. Dari mulai kinerja agenda hingga makian.

Indonesia merupakan pengguna Twitter keenam terbesar di dunia setelah Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Sedangkan Jakarta menduduki posisi kesebelas dengan pengguna Twitter terbanyak di dunia. Jakarta pun dijuluki tuan rumah Twitter di Asia Tenggara.

Popularitas Twitter dan jejaring sosial Facebook berawal dari Presiden Amerika Serikat Barrack Obama. Obama sukses berkampanye melalui Facebook dan Twitter. Sedangkan pesaingnya, John McCain, juga melakukan jurus yang sama meski kalah pamor. Politisi Amerika memang akrab di dunia maya. Dengan cara tersebut, masyarakat bisa mendekatkan diri dengan pejabat publik tersebut.

Dulu Facebook merajai situs jejaring sosial. Ini menempatkan Indonesia nomor dua sebagai pengguna terbanyak setelah Amerika Serikat. Namun, kini Twitter-lah yang menjadi trend. Situs Twitter dibuat oleh Jack Dorsey di San Fransisco, Amerika Serikat, pada tahun 2006. Kemudian menjadi besar setelah Avan William duduk sebagai CEO.

Menurut pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia Effendi Gazali, demam politisi menggunakan Twitter hanyalah sebuah kelatahan. Hal ini diamini oleh pemerhati sosial media Wimar Witoelar dan Fadjroel Rachman. Terlepas dari kelatahan atau berkampanye, Twitter bisa menjadi bumerang bagi pemiliknya. Seperti sebuah peribahasa "Twittermu harimaumu".

Bahkan, salah satu nenek asala Bradford yang berusia 103 tahun juga menggandrungi Twitter. Wanita itu adalah Ivy Bean, yang tinggal dalam sebuah rumah perawatan lansia alias rumah jompo di Bradford. Sebelum beralih ke Twitter, wanita lansia ini mengaku sudah memiliki 4,800 teman di Facebook, demikian lansir The Sun.

Namun kini ia keranjingan main Twitter dan baru saja menulis, "Saya sangat menikmati main Twitter dan memajang foto saya. Kini saya sedang ingin ikut permainan Deal Or No Deal."

Antusiasme Ivy ternyata menyebar ke semua temannya di rumah jompo Hillside Manor yang terletak di Bradford.

Sang manajer, Pat Wright mengatakan, "Semua penghuni panti kini mencontoh Ivy. Sejauh ini sudah ada 4 penghuni yang mendaftarkan diri mengikuti kursus komputer.

"Penghuni lainnya bergabung dalam Facebook atau hanya berselancar di dunia maya dan menghibur diri dengan permainan bowling."

Ivy, pensiunan karyawan pabrik, itu tertarik bergabung dengan Twitter semenjak diundang oleh para pakar IT, The Geek Squad.

Pimpinan IT, Martin Dix mengatakan, "Sungguh menyenangkan membantu seseorang yang mendatangkan ilham seperti Ivy dengan mengajarkan kepadanya mengenai Twitter. Ia menunjukkan kepada rekan-rekan lain yang seusia dengannya untuk tak perlu takut terhadap teknologi."(sm/id/net)
 
Berikutnya >
 
copyright © sijorimandiri.net 2005 - 2008