|
Plt Bupati Natuna Kecewa dengan RAL |
|
Senin, 19 April 2010 |
RANAI-Permasalahan transportasi udara di Kabupaten Natuna tak pernah selesai. Padahal sudah cukup banyak uang daerah ini yang digelontorkan untuk keperluan penerbangan. Semakin runyamnya masalah penerbangan di Natuna membuat Plt Bupati Natuna, Drs H Raja Amirullah APt angkat bicara. Ia pun berang lantaran kecewa dengan pelayanan maskapai Riau Air Lines (RAL).
Raja Amirullah, menganggap RAL tidak mampu berkomitmen dan kurang berprofesional. RAL dianggap sudah mengingkari kesepakatan dengan Pemkab Natuna yang dibuat pada pertemuan antara Pemkab Natuna dengan manajemen RAL beberapa waktu lalu. Pada pertemuan itu telah disepakati RAL akan melayani rute dari dan ke Natuna enam kali penerbangan setiap minggu. Namun sekarang ini ternyata RAL hanya melayani jadwal penerbangan tiga kali seminggu saja, yaitu Senin, Rabu dan Jumat. Parahnya lagi, perubahan dan pengurangan jadwal penerbangan itu tanpa ada koordinasi dengan Pemkab Natuna dan para calon penumpang. "Inikan sudah melanggar kesepakatan awal dan yang paling disesalkan adalah mereka (RAL) tidak pernah mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada calon penumpang kalau penerbangannya dicancel (dibatalkan) ataupun didelay (ditunda). Akibat ketidakjelasan ini penumpang jadi terlantar dan dirugikan baik secara materil maupun moril," katanya, Sabtu (17/4). Menurut Amirullah jika masalah ini terus berlanjut, maka tidak tertutup kemungkinan Pemkab Natuna akan mempertimbangkan untuk membuka kesempatan kepada maskapai lain untuk melayani transportasi udara di Natuna. Amirullah juga menjelaskan ketika ia mengkonfirmasi masalah ini kepada jajaran Direksi RAL, bahkan kepada Gubernur Riau Rusli Zainal pun tak bisa mendapatkan jawaban yang memuaskan. Pihak Direksi RAL beralasan dari lima armada pesawat yang dimiliki RAL sebagai, dua diantaranya digunakan untuk melayani penerbangan wilayah timur dan tiga lainnya untuk melayani wilayah barat termasuk Natuna. Dari tiga pesawat yang dioperasikan di wilayah barat Indonesia hanya satu pesawat saja yang bisa dioptimalkan, termasuk untuk melayani penerbangan dari dan ke Natuna. Masalah di RAL ini berakibat buruk bagi pelayanan penerbangan di Natuna. Padahal untuk tahun 2010 Pemkab Natuna telah menyertakan modal sebesar Rp6 miliar ke PT RAL. "Selain meminta maaf mereka juga menjelaskan keadaannya sekarang yang lagi kekurangan armada. Pesawat jet RJ-Bravo sudah dikembalikan ke Inggris karena masa lisensinya sudah habis. Tapi itu bukan alasan untuk membuat masyarakat Natuna menerima pelayanan yang kurang profesional. Saat ini katanya RAL sedang melakukan pendekatan kepada maskapai Kartika Air Lines untuk melayani penerbangan Natuna enam kali seminggu dan ini yang tidak dimengerti kenapa hal itu baru dilakukan sekarang setelah banyak masyarakat kita dirugikan," kata Raja Amirullah. Amirullah kembali menegaskan Pemkab Natuna berencana akan membuka kesempatan untuk bekerja sama dengan maskapai lain yang akan melayani rute penerbangan dari dan ke Natuna meski pada permulaan pelaksanaannya nanti harus melakukan subsidi ataupun block seat sehingga maskapai penerbangan tadi tidak mengalami kerugian yang parah jika jumlah penumpangnya berkurang. "Kita akan lakukan upaya-upaya lain yang dianggap perlu untuk menjadi solusinya bahkan nantinya kita akan meminta ketegasan dari Panja (Panitia Kerja) DPRD yang akan menangani masalah RAL dan transportasi udara di daerah ini toh ini untuk kepentingan kita bersama di Natuna," katanya mengakhiri.(sm/dn). |