Advertisement
Advertisement
Advertisement
Siape Die
Titus Wahyudi
Menikmati Pekerjaan


Sosok Titus Wahyudi, begitu menikmati pekerjaannya sebagai staf marketing di Bintan Colombia Elektronik (BCE). Adapun yang membuatnya begitu enjoy bekerja sebagai marketing karena ia selalu berhadapan dengan banyak orang dengan latar belakang dan status sosial yang berbeda.


Advertisement
Home arrow Bintan arrow Mayat Ditemukan di Laut Bintan
Mayat Ditemukan di Laut Bintan
Senin, 12 April 2010
BINTAN- Mayat tanpa identitas kembali ditemukan di perairan Batu Putih Berakit, Kabupaten Bintan, Minggu (11/4) siang. Mayat itu ditemukan di tengah laut oleh warga yang tengah memancing ikan. Bulan lalu juga ditemukan mayat tak dikenal di dekat Pantai Wisata Lagoi, Kabupaten Bintan. Kondisi mayat sudah hancur. Bagian kepala tinggal tengkorak.

Penemuan sekitar pukul 13.20 WIB oleh warga yang bernama Bodet (36) dan rekannya. Setelah ditemukan, Bodet dan rekannya melapor ke pihak kepolisian. Atas informasi itu, pihak kepolisian langsung menuju lokasi. "Ternyata benar ada mayat yang terapung di tengah laut sekitar 8 mil dari Tanjungberakit Teluk Sebong," kata AKBP Yohanes Widodo, Kapolres Bintan, kemarin.

Tim dari tengah laut berupaya membawa mayat ke pinggir pantai untuk diidentifikasi. "Kami menduga mayat itu berasal dari daerah luar Bintan. Mayat masuk ke perairan Bintan karena terseret arus laut atau ditiup angin," kata Widodo.

Pada kesempatan terpisah Bodet mengatakan kuat dugaan mayat itu berjenis kelamin laki-laki. "Kami menemukan mayat itu sekitar pukul 13.15 wib. Pada saat itu kami baru sampai di perairan Bintan dari pelabuhan Punggur Batam. Kami ingin memancing sekedar pelepas hobi. Tapi belum sempat mancing, kami melihat ada benda yang terapung. Setelah dilihat lebih dekat, ternyata sosok manusia," ujar Bodet.

Mayat terapung itu dibalut baju warna coklat dan celana 3/4 warna biru. Setelah memastikan benda terapung itu manusia, niat memancing dibatalkan. Kapal dengan tiga orang pemancing itu kemudian terus mengikuti arus sambil berhanyut dekat mayat.

"Kami tidak mengambil mayat itu, tapi langsung menghubungi polisi. Sambil menunggu polisi datang, kami mengikuti mayat atau berhanyut ikut arus saja. Setelah polisi datang baru kami pulang ke Batam," kata Bodet. (sm/yn)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
copyright © sijorimandiri.net 2005 - 2008