Advertisement
Advertisement
Advertisement
Siape Die
Titus Wahyudi
Menikmati Pekerjaan


Sosok Titus Wahyudi, begitu menikmati pekerjaannya sebagai staf marketing di Bintan Colombia Elektronik (BCE). Adapun yang membuatnya begitu enjoy bekerja sebagai marketing karena ia selalu berhadapan dengan banyak orang dengan latar belakang dan status sosial yang berbeda.


Advertisement
Home arrow Metro Kepri arrow DPRD Kepri Ancam Putus Kontrak
DPRD Kepri Ancam Putus Kontrak
Kamis, 04 Pebruari 2010
Jika Pembangunan RSUP Molor

TANJUNGPINANG - DPRD Kepri mengancam akan memutus kontrak kerja dengan Manajemen Konstruksi (MK) dan kontraktor pelaksana pembangunan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri, jika sampai batas waktu yang ditentukan pembangunan RSUP belum juga selesai. Hal itu kemukakan anggota Komisi III DPRD Kepri Hotman Hutapea saat melakukan kunjungan kerja bersama anggota DPRD Kepri lainnya ke RSUP, kemarin.

" Jadwal penyelesaiannya sudah diatur dalam peraturan daerah (Perda) multiyears sesuai dengan masa pemerintahan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah. Dan, apabila sampai batas waktu yang ditentukan belum selesai maka konsikuensinya putus kontrak," katanya.

Hotman mengatakan pihaknya sengaja mengunjungi RSUP untuk melihat dari dekat proses pengerjaan sekaligus untuk mengetahui kendala yang dihadapi. Hal itu mengingat masa pengerjaan yang tinggal empat bulan lagi.

" Dan kita tidak ingin pembangunan RSUP memiliki nasib sama dengan proyek multiyears yang dikerjakan di Pulau Dompak, "ujarnya.

Dikatakannya, jika pemutusan kontrak antara pemerintah kontraktor jadi dilaksanakan maka pihak pemerintah akan membuka pelelangan baru.

 " Saat ini masih ada kesempatan untuk menjalin komunikasi atau kesepakatan untuk dapat menyelesaikan pembangunan yang terlanjur dilaksanakan tetapi teknisnya bagaimana masih dalam tahap proses," katanya.

Hotman juga tidak mempersoalkan masalah dendum yang dilakukan oleh MK dalam pembangunan RSUP tersebut. Alasannya ada perubahan yang tidak menjadi persoalan asalkan tidak melebihi dana yang telah ditentukan untuk tahap terakhirnya yakni Rp140 miliar.

Dia juga memberi kesempatan pada kontraktor pelaksana dapat membuatkan permintaan apa yang menjadi keinginan agar realisasi pembangunan RSUP dapat terealisasi sesuai schedule.

Sementara itu,  pihak MK Syaf Darmawan saat memberikan penjelasannya mengatakan, pembangunan RSUP Kepri saat ini sudah masuk tahap finishing atau 60 persen realisasi dari target yang telah ditetapkan.

Dia optimis sisanya yang mencapai 40 persen dapat terealisasi Juni 2010 mendatang sesuai perda multiyears. Saat ini,  jelasnya, pengerjaan sudah masuk tahap pembuatan saluran air, dan lainnya dimana sebelumnya mendapat sedikit kendala karena ada perubahan pada redesign.

Begitupula denga sekat ruangan masih tahap pengerjaan, dan telah ada percontohan untuk ruangan pasien seperti kelas ekonomi, ruang rawat inap.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Munzir Purba, yang menyambut kunjungan Komisi III DPRD Kepri tersebut menyampaikan, RSUP Kepri akan dijadikan sebagai Rumah Sakit rujukan di Provinsi Kepri, dari Kabupaten dan Kota yang ada. Pasalnya, selama ini rujukan selalu ke Jakarta atau ke Malaysia dan Singapura.

"Pendirian RSUP juga secara tidak langsung untuk dapat menekan angka masyarakat Kepri yang berobat ke luar negeri seperti Singapura dan Malaysia. Untuk itu RSUP akan diisi oleh dokter spesialis, dan tenaga medis yang profesional,"pungkas Munzir.(sm/mm).
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
copyright © sijorimandiri.net 2005 - 2008